31.12.12

Aku Hanyalah Aku...

HAWRA AL'AEN
aku hanyalah aku. aku takkan berubah menjadi kamu. aku berdiri dengan kakiku. tak bertopang pada kaki lain. itu inginku. 

aku hanyalah aku. dengan segala yang ada ku. aku menjadi inginku.

aku dengan jiwaku. bersatu. mengalahkan titah kemaksiatan.

aku yang akan teguh dengan perjuangan. aku hanya mau bersusah payah untuk kebenaran. maka aku mengazamkan diriku untuk senantiasa lurus dijalanMU.

Aku hanyalah aku yang terus memproses diri untuk menjadi. berjalan sesuai dengan aturanMu. 

aku beserta lemahku. akan selalu berjalan menyusuri lautan ilmu.

aku cinta kebenaran. aku cinta kesungguhan. aku cinta ilmu. aku ingin bersungguh mendaki terus. mendaki setiap kebaikan untuk menjadi hamba yang mencintaiNya. menjadi hamba yang menyayangiNya. 

menjadi hamba yang dicintai. menjadi hamba yang disayangi. menjadi hamba yang diampuni. adalah impian.

24.12.12

Antara Dosa, Penyakit dan Kasih Sayang-Nya


Tuhan, aku tahu hidup akan selalu menantangku untuk tetap berdiri. Aku pun tahu dalam setiap tantanganMu terdapat beribu kasih sayang yang terkadang tak pernah kusadari itu kasih sayang-Mu. Tuhan seandainya memang begitu, tolong beritahu aku dimana letak-letak kasih sayangMu.. sehingga aku tak kan pernah sekalipun melewatkan diri untuk bersyukur. Agar aku tak menjelma menjadi makhluk yang tak tahu bersyukur pada Rabb-Nya.

Mohon beri aku kekuatan Tuhan.. agar aku tak mati langkah dalam menapaki sisa-sisa hidupku ini. Tuhan ku yang Maha penyayang, Engkau sungguh tau berapa banyak dosa hamba.

Tuhan.. penyakit ini, aku harap mampu menebus dosa-dosa ku. Tuhan... tapi mungkin rasa sakit yang ku derita belum sebanding dengan banyaknya dosa yang telah kulakukan. Sehingga ku mohon hanya kasih-Mu lah yang mampu menghapus sisa-sisa dosa itu.

Saat imanku merosot sempat pikiran busuk itu menguasai kepalaku. Tuhan, kenapa Engkau tidak mencabut nyawaku saja, dari pada aku terus menderita begini menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Astagfirullah...
Tapi kemudian.. aku tak henti memohon maaf pada-Nya.. atas khilaf itu. Aku sungguh bodoh berpikir begitu. Padahal dalam sakitku, dalam penyakitku, ada banyak cinta-Nya. semakin Aku dekat pada-Nya, semakin aku merasa lemah dan membutuhkan-Nya, semakin aku mengingat kematian, semakin aku ingat dosa-dosa yang belum aku sesali, semakin aku tau betapa lemah nya aku sehingga aku begitu membutuhkan-Nya, semakinku tau hanya Dia lah yang aku butuhkan didunia dan akhirat, semakin aku merasakan cinta-Nya, yaa... semakin aku tau betapa besar kasih sayangNya . Maka aku pun semakin bersyukur...

Sungguh sakit merupakan bagian dari pada cobaan, yang didalam terdapat banyak kebaikan akan kasih sayang-Nya.

Shuhaib bin Sinan, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya menjadi kebaikan, dan hal itu tidak pernah terjadi kecuali bagi seorang mukmin: jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya" HR. Muslim no. 2999.
'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada seorang muslimpun yang tertusuk duri, atau yang lebih dari itu, melainkan ditulis untuknya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan" HR. Muslim no. 2572.
Yaa, sakit merupakan bukti bahwa Allah menghendaki kebaikan terhadap hambaNya. Maka sudah selayak-nya-lah kita bersyukur atas ke-Maha Penyayang-Nya.
Tuhan.. inikah cinta hakiki-Mu? yang dalam setiap do’a aku minta agar Engkau tunjukan cinta hakiki ini? Tuhan maka kini aku yakin hanya Engkau yang aku inginkan.