.....
Ada yang berteriak namun tak
terdengar. Ada yang menjerit pun, tak terdengar. Ada yang tergolek lemah namun tak
ditoleh. Ada yang menangis namun tak berair mata. Ada yang terisak namun sama
tak terdengar. Adalagi yang meraung kesakitan namun tak terasa. Ada yang sedih
tapi tidak menangis. Ada yang menangis tapi tak sedih. Ada yang tersenyum
padahal membatin. Ada yang terluka namun tersenyum. Ada yang tersenyum bersama
luka dan diiringi pula kepedihan. Sulit kah dipahami???
Begitu beragam hingga tak
terlihat karena terbungkus. Ada sekat atau ntahlah bagaimana. Terheran...
Menitih perjalanan panjang.
Banyak cerita seru. Kisah menakjubkan. Jalanan terjal. Kehidupan yang kita
arungi bersama. Ku kira selamanya akan dapat saling berpegangan. Salah ternyata
perkiraan itu. Kita berjalan dalam ruang tersendiri. Tidak selamanya akan bersama.
Ada waktu kita sendiri. Ada masa kita belajar mandiri. Ada saat kita menyendiri
dalam renungan panjang dalam hidup. Denting perjuangan. Lagu kehidupan, dengan
irama tersendiri.
Senja menyapa, gelap kan
datang. Berbalut kesunyian. Disaat itulah aku mulai merasa sendiri. Jauh dari
mereka. Satu persatu menyapaku dalam kepala. seperti slide yang di tayangkan. Ada sesak yang menilisik. Rindu
pun tak ketinggalan mennyelimutiku erat. Tangisan hebat meluncur. Tamparan
rindu yang semakin merindu.
![]() |
| Rumah Rabi'ah Al'adawiyah |
Sahabat...
Kau teman sejati...
Tuhan telah satukan kita dalam
langkah suci. Janji kita penuh cinta pada sang Rabbi untuk setia di jalanNya.
Menitih satu jalan cinta bersama dalam lindungan cintaNya. Sahabat.. masih
ingatkah engkau ketika tangis kita membuncah disaat-saat perjuangan itu
bergolak. Ingat jugakah, ketika hantaman fitnah kita pikul dengan riang
gembira. Bukan karena kita pasrah menyerah dengan fitnah hina itu. Lebih hebat
lagi karena kita tetap tegakan keyakinan kita pada Tuhan sang pemilik kebenaran
hakiki. Bahwa, kita ini hanya makhlukNya yang sedang berjuang diatas kebenaran.
Kita tak dibuat ragu padaNya dengan fitnah itu. Bahkan deraian air mata itu
bukti kekuatan kita. Butiran air yang jatuh dipipi-pipi kita adalah semangat
yang kita siapkan untuk menata langkah suci itu. menatap tajam kedepan. Bukan. itu Bukan, bentuk kelemahan.
Langkah kita semakin dekat.
Dekat. Semakin, semakin dekat. Tak layak kita mundur, kan? Tak layak kita goyah.
Tak layak kita balik kebelakang. Tak layak. Dan tak layak kita santai sebelum
berlari kencang kearah kemenangan.
Sekejappun takkan kita lakukan
hal memalukan itu bukan???
Namun sahabat..
Janji suci kita tentu saja
perlu diuji. Bukankan Allah berkata dalam firmannya.
“apakah kamu mengira bahwa kamu
akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “bilakah datangnya
petolongan Allah?” ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(TQS. Al-Baqarah:214)
Begitulah janji Tuhan. Dan hari
ini. Kita tau itu. Nyata. Terlihat. Alami dan teralami. Kita rasakan.
Seperti itulah sahabatku
sayang..
Sungguh, Aku sangat mencintaimu
karena Allah sahabatku..
Semoga langkah kita tetap tegak
diatas kebenaranNya. Semoga langkah kita dalam bimbinganNya. Semoga kekuatan
tetap tercurah dariNya. Tetap dalam genggaman cinta hakikiNya.
Tak banyak yang mampu lama
bertahan dalam perjuangan indah ini. Mereka jumlahnya sedikit. Dulu kita sering
gentar hanya jumlah kita sedikit. Tapi keyakinan semakin kuat karena ternyata
mereka yang sedikitlah yang hebat. Karena mau bertahan dalam kebenaran.
Sahabatku sayang.. aku tak
selamanya mampu tegar dan kuat seperti kalian. Aku tak selamanya lurus.
Terkadang terseok-seok arus. Aku tak selamanya mampu bertahan. Terkadang lemah
menghampiri. Aku tak selamanya mampu tegak setegak tiang bendera. Aku terkadang
tumbang. Aku tak selamanya mampu berkibar layaknya bendera Rasulullah yang kita
kibarkan. Terkadang kelelahan. Itulah aku sahabatku..
Sahabatku sayang.. kalianlah
orang-orang yang sangatku sayang. Aku mohon lecutlah kekuatanku kala aku lemah
bergerak. Lelah berjuang. Enggan terpanaskan. Begitu bebal mengerti kebenaran..
lecutlah. Lecutlah. Lecutlah aku sahabat.. karena aku pun ingin seperti kalian
ada selalu dalam naungan cinta Tuhan.
Kemenangan semakin dekat.
Benar-benar dekat sahabat. Tangis bahagia akan segera kita dapat. Dan kita akan
saling berpelukan bersama cintaNya. Cinta hakiki yang terlukis dalam kesucian
janjiNya.
Bergerak dan maju.
Berjanjilah, untuk ingatkan aku
akan sebuah kebenaran... JANGAN RAGU!
“Katakan Yang Haq Walau Teramat
Pahit!” aku mohon. Sangat memohon. Ingatkan aku. Ingatkan aku. Ingatkan aku.
#hawra al’aen# 310112+ 20.05
-planet hijau-



