31.12.12

Aku Hanyalah Aku...

HAWRA AL'AEN
aku hanyalah aku. aku takkan berubah menjadi kamu. aku berdiri dengan kakiku. tak bertopang pada kaki lain. itu inginku. 

aku hanyalah aku. dengan segala yang ada ku. aku menjadi inginku.

aku dengan jiwaku. bersatu. mengalahkan titah kemaksiatan.

aku yang akan teguh dengan perjuangan. aku hanya mau bersusah payah untuk kebenaran. maka aku mengazamkan diriku untuk senantiasa lurus dijalanMU.

Aku hanyalah aku yang terus memproses diri untuk menjadi. berjalan sesuai dengan aturanMu. 

aku beserta lemahku. akan selalu berjalan menyusuri lautan ilmu.

aku cinta kebenaran. aku cinta kesungguhan. aku cinta ilmu. aku ingin bersungguh mendaki terus. mendaki setiap kebaikan untuk menjadi hamba yang mencintaiNya. menjadi hamba yang menyayangiNya. 

menjadi hamba yang dicintai. menjadi hamba yang disayangi. menjadi hamba yang diampuni. adalah impian.

24.12.12

Antara Dosa, Penyakit dan Kasih Sayang-Nya


Tuhan, aku tahu hidup akan selalu menantangku untuk tetap berdiri. Aku pun tahu dalam setiap tantanganMu terdapat beribu kasih sayang yang terkadang tak pernah kusadari itu kasih sayang-Mu. Tuhan seandainya memang begitu, tolong beritahu aku dimana letak-letak kasih sayangMu.. sehingga aku tak kan pernah sekalipun melewatkan diri untuk bersyukur. Agar aku tak menjelma menjadi makhluk yang tak tahu bersyukur pada Rabb-Nya.

Mohon beri aku kekuatan Tuhan.. agar aku tak mati langkah dalam menapaki sisa-sisa hidupku ini. Tuhan ku yang Maha penyayang, Engkau sungguh tau berapa banyak dosa hamba.

Tuhan.. penyakit ini, aku harap mampu menebus dosa-dosa ku. Tuhan... tapi mungkin rasa sakit yang ku derita belum sebanding dengan banyaknya dosa yang telah kulakukan. Sehingga ku mohon hanya kasih-Mu lah yang mampu menghapus sisa-sisa dosa itu.

Saat imanku merosot sempat pikiran busuk itu menguasai kepalaku. Tuhan, kenapa Engkau tidak mencabut nyawaku saja, dari pada aku terus menderita begini menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Astagfirullah...
Tapi kemudian.. aku tak henti memohon maaf pada-Nya.. atas khilaf itu. Aku sungguh bodoh berpikir begitu. Padahal dalam sakitku, dalam penyakitku, ada banyak cinta-Nya. semakin Aku dekat pada-Nya, semakin aku merasa lemah dan membutuhkan-Nya, semakin aku mengingat kematian, semakin aku ingat dosa-dosa yang belum aku sesali, semakin aku tau betapa lemah nya aku sehingga aku begitu membutuhkan-Nya, semakinku tau hanya Dia lah yang aku butuhkan didunia dan akhirat, semakin aku merasakan cinta-Nya, yaa... semakin aku tau betapa besar kasih sayangNya . Maka aku pun semakin bersyukur...

Sungguh sakit merupakan bagian dari pada cobaan, yang didalam terdapat banyak kebaikan akan kasih sayang-Nya.

Shuhaib bin Sinan, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya menjadi kebaikan, dan hal itu tidak pernah terjadi kecuali bagi seorang mukmin: jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya" HR. Muslim no. 2999.
'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada seorang muslimpun yang tertusuk duri, atau yang lebih dari itu, melainkan ditulis untuknya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan" HR. Muslim no. 2572.
Yaa, sakit merupakan bukti bahwa Allah menghendaki kebaikan terhadap hambaNya. Maka sudah selayak-nya-lah kita bersyukur atas ke-Maha Penyayang-Nya.
Tuhan.. inikah cinta hakiki-Mu? yang dalam setiap do’a aku minta agar Engkau tunjukan cinta hakiki ini? Tuhan maka kini aku yakin hanya Engkau yang aku inginkan. 

16.11.12

kerinduan dunia, kerinduanku juga!

Denting rasa ini terasa merasuki jendela hati.. berbisik-bisik dengan kesunyian.. malang nasib tak lagi terhiraukan.. lalui hari dengan kepedihan.. terdengarkah oleh penduduk bumi? Kukira tak seorangpun hendak mendengar keluh-kesah ini.. lantaas pada siapa aku mengadu.. sontak rasa perih menyelimuti diri ini seolah begitu cela zaman nan rusak di timpa bencana krisis aqidah yang multidimensi.. dimana akhir dari kesedihan yang seolah menjadi pemusnah segala ketentraman dan kedamaian hidup di dunia ini? Apakah kesedihan ini akan terus berlangsung tanpa henti dan malah menjadi denyut yang berdetak kencang hingga tak lapuk sepanjang hidup..
Selalu..dan selalu dirindukan..tapi benarkah hanya aku seorang diri yang hanya merindukannya..
Dimanakah penduduk bumi yang juga rindu akan kedatangannya?

31.1.12

PERTOLONGAN Allah itu amat DEKAT!!


.....
Ada yang berteriak namun tak terdengar. Ada yang menjerit pun, tak terdengar. Ada yang tergolek lemah namun tak ditoleh. Ada yang menangis namun tak berair mata. Ada yang terisak namun sama tak terdengar. Adalagi yang meraung kesakitan namun tak terasa. Ada yang sedih tapi tidak menangis. Ada yang menangis tapi tak sedih. Ada yang tersenyum padahal membatin. Ada yang terluka namun tersenyum. Ada yang tersenyum bersama luka dan diiringi pula kepedihan. Sulit kah dipahami???

Begitu beragam hingga tak terlihat karena terbungkus. Ada sekat atau ntahlah bagaimana. Terheran...

Menitih perjalanan panjang. Banyak cerita seru. Kisah menakjubkan. Jalanan terjal. Kehidupan yang kita arungi bersama. Ku kira selamanya akan dapat saling berpegangan. Salah ternyata perkiraan itu. Kita berjalan dalam ruang tersendiri. Tidak selamanya akan bersama. Ada waktu kita sendiri. Ada masa kita belajar mandiri. Ada saat kita menyendiri dalam renungan panjang dalam hidup. Denting perjuangan. Lagu kehidupan, dengan irama tersendiri.

Senja menyapa, gelap kan datang. Berbalut kesunyian. Disaat itulah aku mulai merasa sendiri. Jauh dari mereka. Satu persatu menyapaku dalam kepala. seperti slide yang di tayangkan. Ada sesak yang menilisik. Rindu pun tak ketinggalan mennyelimutiku erat. Tangisan hebat meluncur. Tamparan rindu yang semakin merindu.

Rumah Rabi'ah Al'adawiyah
Sahabat...

Kau teman sejati...

Tuhan telah satukan kita dalam langkah suci. Janji kita penuh cinta pada sang Rabbi untuk setia di jalanNya. Menitih satu jalan cinta bersama dalam lindungan cintaNya. Sahabat.. masih ingatkah engkau ketika tangis kita membuncah disaat-saat perjuangan itu bergolak. Ingat jugakah, ketika hantaman fitnah kita pikul dengan riang gembira. Bukan karena kita pasrah menyerah dengan fitnah hina itu. Lebih hebat lagi karena kita tetap tegakan keyakinan kita pada Tuhan sang pemilik kebenaran hakiki. Bahwa, kita ini hanya makhlukNya yang sedang berjuang diatas kebenaran. Kita tak dibuat ragu padaNya dengan fitnah itu. Bahkan deraian air mata itu bukti kekuatan kita. Butiran air yang jatuh dipipi-pipi kita adalah semangat yang kita siapkan untuk menata langkah suci itu. menatap tajam kedepan. Bukan. itu Bukan, bentuk kelemahan.

Langkah kita semakin dekat. Dekat. Semakin, semakin dekat. Tak layak kita mundur, kan? Tak layak kita goyah. Tak layak kita balik kebelakang. Tak layak. Dan tak layak kita santai sebelum berlari kencang kearah kemenangan.

Sekejappun takkan kita lakukan hal memalukan itu bukan???

Namun sahabat..

Janji suci kita tentu saja perlu diuji. Bukankan Allah berkata dalam firmannya.

“apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “bilakah datangnya petolongan Allah?” ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (TQS. Al-Baqarah:214)

Begitulah janji Tuhan. Dan hari ini. Kita tau itu. Nyata. Terlihat. Alami dan teralami. Kita rasakan.
Seperti itulah sahabatku sayang..

Sungguh, Aku sangat mencintaimu karena Allah sahabatku..

Semoga langkah kita tetap tegak diatas kebenaranNya. Semoga langkah kita dalam bimbinganNya. Semoga kekuatan tetap tercurah dariNya. Tetap dalam genggaman cinta hakikiNya.

Tak banyak yang mampu lama bertahan dalam perjuangan indah ini. Mereka jumlahnya sedikit. Dulu kita sering gentar hanya jumlah kita sedikit. Tapi keyakinan semakin kuat karena ternyata mereka yang sedikitlah yang hebat. Karena mau bertahan dalam kebenaran.

Sahabatku sayang.. aku tak selamanya mampu tegar dan kuat seperti kalian. Aku tak selamanya lurus. Terkadang terseok-seok arus. Aku tak selamanya mampu bertahan. Terkadang lemah menghampiri. Aku tak selamanya mampu tegak setegak tiang bendera. Aku terkadang tumbang. Aku tak selamanya mampu berkibar layaknya bendera Rasulullah yang kita kibarkan. Terkadang kelelahan. Itulah aku sahabatku..

Sahabatku sayang.. kalianlah orang-orang yang sangatku sayang. Aku mohon lecutlah kekuatanku kala aku lemah bergerak. Lelah berjuang. Enggan terpanaskan. Begitu bebal mengerti kebenaran.. lecutlah. Lecutlah. Lecutlah aku sahabat.. karena aku pun ingin seperti kalian ada selalu dalam naungan cinta Tuhan.

Kemenangan semakin dekat. Benar-benar dekat sahabat. Tangis bahagia akan segera kita dapat. Dan kita akan saling berpelukan bersama cintaNya. Cinta hakiki yang terlukis dalam kesucian janjiNya.

Bergerak dan maju.

Berjanjilah, untuk ingatkan aku akan sebuah kebenaran... JANGAN RAGU!

“Katakan Yang Haq Walau Teramat Pahit!” aku mohon. Sangat memohon. Ingatkan aku. Ingatkan aku. Ingatkan aku.

#hawra al’aen# 310112+ 20.05
-planet hijau-

25.1.12

Satu rindu untuk mu kawan...


Kitaro shimmering horizon. Mengalun indah melalui audio alat ini. Indah. Aku seolah ntah berada dimana. Ntah. Ntah. Ntahlah..

Tarakhir, aku sempat mendengarnya di tempat graduasi  dlu. Malam ini. Ya, selalu saja malam. Karna waktuku hanya malam yang kupunya untuk merangkai berjuta cerita dan kisah.

Terpesona dengan pemandangan alam yang indah. di alam pikiranku. Hijau. Aku benar-benar tergila-gila dengan warna itu. Sama tergila-gila nya ketika menatap keindahan pesona alam raya ini.

Sempat aku pergi kelaut walau tak berapa lama. Hanya 30 menit atau bahkan lebih sedikit dari itu. Tapi aku sudah begitu terpana dengan keindahannya.

Sempat aku berjalan menyusuri kota mencoba merenungi setiap jengkal kehidupanku. Selangkang demi selangkah mencoba menatap dunia. Bertanya apakah aku ini musafir yang singgah saja?? Didunia...

Sempat aku mendaki gunung. Teringat waktu kecil dulu. Bapak selalu membawaku berpetualang ntah dimana letaknya aku sudah sangat lupa. Tapi Ya Tuhan.. tempat itu sangat memberikan aku banyak hal tentang mengenal pencipta. Ntah kekuatan apa yang kemudian menelisik dalam kalbuku. Keimanankah itu namanya?? Meninggalkan kenangan indah tentang Ketuhanan di benakku. Aku merasakan kasih Allah mengguyur perasaanku. disaat berjalan.. melihat, merasakan dan mendengar.

Alam mengajarkan aku bertasbih...

Mengagungkan namaNya dalam hati.

Berbisik memohon pertemuan terindah dengan Rabbul ‘alamin..


Dulu sewaktu berseragam putih abu. Aku dan kawan-kawan remaja mesjid pun sangat suka petualangan alam. Kami bilang “Rihlah”. Satu kegiatan penambah iman untuk merasakan kebesaran kekuasaan Tuhan. Dengan tadabur alam.

Kini aku rindu masa-masa itu..

Hm, tentu saja aku dan kawan-kawan baru masih bisa melakukannya. Dengan cara kami yang baru.

Puji syukur padaMu Rabb.. karena telah mempertemukan aku dengan mereka.. kawan-kawan yang tak pernah lelah berjuang demi kebenaran dan keadilan (walo kata-kata ku rada klise. Namun memang begitu adanya. Mau dikata apa!) juga kawan-kawan yang tak pernah menyerah untuk menang dalam kebenaran. Kawan-kawan yang tak pernah putus asa mengharap rahmat, ampunan dan kemenangan hakiki. Kawan-kawan yang berkata benar terhadap yang benar dan salah terhadap yang salah. Terimakasih banyak Rabb... karena Engkau yang telah membuka mata hati kami dan memperlihatkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah hingga kami mampu mengikutinya..

Duhai Tuhan yang memberi warna hitam pada langit malam dan warna cerah pada siang. Sampaikan pesan rinduku untuk mereka kawan seiman yang tetap teguh diatas panji kebenaranMu.. yang azamnya kuat membela agamaMu.. yang marah hebat ketika Hukum islam di injak-injak secara langsung maupun tidak...

Tuhan..  sesak dadaku akan kerinduan ini. Rindu berkasih sayang dengan mereka kawan lama yang hilang jumpa. Ntah bagaimana dengan nasehat-nasehat itu.. sudah tinggal tulangkah? Kemana dagingnya.. Tuhan aku sungguh-sungguh merindukan mereka. 

Kembalilah kawan..

Mungkin hanya rangkaian doa yang kurajut untuk mereka.. doa yang berpilin indah kelangit..

Biar Tuhan yang menyampaikan kerinduan ini lewat cara indahNya...

#hawra al’aen# 19:52 + 250112
@kamar tercinta

Perjalanan Malam Itu...

Semakin lama terpaku di layar monitor membuatku semakin buntu menyusun kata.. aku coba gerakan tanganku. Membiarkannya menari-nari bebas di atas tuts keyboard..

Terkadang beruntung jika ada yang berani keluar dari otakku. Tapi terkadang juga tidak. Jika harus membiarkanku cukup lama dalam sebuah perenungan panjang tentang apa yang ingin aku tuangkan dalam tulisan ini. Itu siksaan untukku.
Ntah harus memulai dengan kata apa. Aku bingung. Sebingung hari ini.

Tuhan tau betapa aku bingung????

Semalam aku berjalan dengan beriramakan alam. Dalam gelap yang dingin. Padahal handphoneku mengabariku saat itu pukul 8 malam. Benar-benar malam kawan. Tapi aku katakan aku memang cukup berani malam itu. Walau selalu saja bayangan-bayangan kejahatan malam kian menari-nari dalam pikirku. Aku terus melagu dalam lantunan doa malam itu. Semoga Tuhan senantiasa menuntun jalan ku malam itu.

Semakin gelap aku pun semakin takut di buatnya. Sangat mengerikan. Malam jum’at. Aku melewati keheningan. Diamnya pepohonan yang tak satu pun menemani langkah sepiku malam itu. Aku tak mampu berkata-kata. Untuk bernyanyi pelanpun tak sanggup. Aku hanya berdendang doa yang kian kencang pada Rabb ku.

Itu adalah perjalanan malamku sepulang mengaji. Sore itu aku harus menempuh jarak sekian jauhnya. Dari Ramayana ke rumah (jangan tanya berapa jarak nya! karena aku tak pandai mengukur ato bahkan mengira-ngira berapa jaraknya. ^_^). Puluhan rumah harus ku lewati. Pepohonan ntah berapa pohon yang ku lalui. Ntah berapa toko yang ku lewati juga. Ntahlah serba ntahlah. Aku hanya ingin cepat sampai. Melewati jalanan yang semakin hening dan menawarkan aneka tusukan tajam lewat air hujan yang merembes kian tajam lewat bajuku. Aku diam terus melangkah. Tubuhku semakin lusuh. Kaku, dingin karna tusukan air hujan yang menampar-nampar wajahku.

Sore itu tekatku bulat dan kuat untuk pergi mengaji walau jarak ke tempat pengajian begitu jauh. Dan tak mungkin bisa di tempuh dengan waktu yang sempit dengan berjalan kaki, mengingat jaraknya begitu jauh. Walau kakiku kuat untuk aku langkahkan tapi percuma saja karna waktu nya begitu terbatas.

Akupun tak mundur hanya karna aku tak punya uang untuk ongkos jalanku menuju tempat mengaji ku. Aku tidak memutuskan untuk diam saja dirumah. Tidak!!!
Akhirnya aku berusaha mecari pinjaman pada sahabat baikku. Alhamdulillah akhirnya aku dapatkan. Namun sayangnya, aku hanya mendapatkan pinjaman dua ribu rupiah yang hanya bisa membawaku setengah perjalanan. Tapi untunglah aku punya untuk 2kali naik mobil. Hm, perjalanan ku menuju tempat mengajiku membutuhkan ongkos 8ribu untuk 4 kali naik mobil pulang dan pergi. Akhirnya aku pun bisa berangkat mengaji.

Lega rasanya aku dapat pinjaman.

Walau pulang nya aku harus berjalan kaki menuju rumah dalam gelap dan dinginnya malam. Aku tak boleh kalah dengan keadaan kecilku saat ini. Aku harus lawan semua rintangan ini. Harus!

Sepanjang jalan aku terus berbisik pada yang Kuasa. Meminta perlindungan dari makhluk-makhluk jahat yang hendak menikamku. Baik manusia atau jin. Sama saja.
Ntah berapa rajutan doa yang meluncur kelangit malam itu. Tiap langkah satu nafas satu doa. Itu ku rajut penuh harapan. Penuh pengharapan padaNya.
Gusuran kakiku semakin membawaku dekat dengan tempat kediamanku. Rumah. Istana bagiku. Tempat singgahku didunia ini. Disana aku tinggal bersama ayah dan ibuku. Aku sayang mereka.

Sampai rumah. Ku banting lembut tas gendong ku karna lelah ke kasur. Tapi tubuhku tidak boleh langsung ku banting ke tempat empuk yang aduhai itu. Karna basah kuyup. Dari ujung kepala ke ujung kaki. Kerudung, jaket, jilbab, kaos kaki semua kusut masai. Jibruks kalo kata orang sunda mah.

Langsung ke kamar mandi. Ganti pakaian. Wudu. Dan kembali ke kamar untuk segera shalat isya. Habis itu ya, kembali menerawang apa yang aku lalui siang tadi. Lantas meraih buku bacaan dan menelisik kesela-sela alunan mimpi. Berharap mimpi indah malam itu. Harapan...

“TUHAN MALAMMU TELAH DATANG.....”
Terlelap lah aku....
^_^ hawra al’aen

1.1.12

Penghambaanku..


Terimakasih yang tiada terkira hanya aku persembahkan untuk Tuhanku Yang Maha Esa, Yang Maha Memiliki cahaya langit dan bumi…
Air mata ku tulus mengalir dipipi hanya untuk sebuah harapan mendapatkan cinta hakikiMu..karena sungguh hanya itu yang ku ingin..Wahai Rabb pemilik diri ini…tunjukanlah keabadian cinta untukku agar aku lurus di jalan lurusMu..
Ampunkan lah segala dosa-dosa ku selama ini yang telah lalai dari mengemban amanah suciMu untuk menyeru manusia kepada cahaya lurusMu..wahai Yang Maha pengasih..maafkan aku yang telah lalai dan acuh terhadap umat yang kini terpuruk…maafkan aku yang menyibukan diri dengan urusan pribadi yang melenakan…Maafkan aku yang telah membuat diri ini semakin jauh dari mengingat Engkau…
Wahai Allah..jauh kan aku dari segala sifat tercela..dari pribadi buruk dan busuk serta jauhkan aku dari kemunafikan…bukankah Engkau pelindung dari segala keburukan..maka, ku mohon dengan sangat agar aku senantiasa lurus kembali ketika berbelok dari jalanMu..kemudian ketika aku tersesat maka ku mohon agar selamatkanlah aku. karena pada siapa lagi aku memohon selain kepadaMu Rabb..
Wahai Allah izinkan agar aku senantiasa selalu memujiMu, mengingatMu..mencintaiMu sepenuh hatiku..jangan biarkan aku lalai dalam mencintaiMu..
Ohh..Allah… betapa aku sangat merinduMu..ingin sekali berjumpa denganMu..wahai Allah dosa ku kini menggunung..ku mohon ampunkan dosaku..bukankah engkau Maha penolong dan maha pemaaf..
Rabb..Tuhan Semesta Alam..betapa aku ingin bertemu dengan RasulMu..betapa aku ingin bertemu nabi-nabiMu..betapa aku ingin bertemu sahabat-sahabat nabiMu…betapa sangat ingin aku berjumpa mereka para wanita yang menyayangi dan di sayangi oleh Engkau dan RasulMu..
Wahai Tuhannya Muhammad saw..dengarlah pintaku tentang cita-cita mulia ini agar aku tiada henti untuk selalu memohon dan meminta agar di kuatkan dalam menggenggam cita-cita ini..dengarlah setiap pinta hamba Rabb…betapa ingin aku menghasilkan generasi setangguh mereka generasi sholeh dan sholehah yang mampu menggenggam dunia ini untuk membawa penduduk bumi menuju cahaya kebangkitan hakiki..yang mensejahterakan bukan hanya kaum yang beriman ..bahkan kaum yang tidak mengakui Tuhan sekalipun akan ikut merasakan sejahtera-nya…betapa aku ingin melihat generasi yang kelak lahir dari rahimku adalah generasi tangguh sekuat para sahabat nabiMu..yang beriman dan bertakwa senantiasa memegang janji setia untuk mengorbankan jiwa raganya hanya untuk islam..hanya untuk TuhanNya,..
Wahai Allah…tuntun diri ini menuju langkah demi langkah mulia itu..jangan hentikan aku karena perbuatan dosa yang besar ataupun kecil…maka ingatkan aku dikala diri ini mulai berbelok arah dari arah lurusMu…
Selamatkan segera diriku agar aku mampu dengan segera menyelamatkan penduduk bumi ini untuk berada di bawah panji islam…
Betapa kami merindu akan tegakNya syariah dan khilafah…jadikan aku kedalam pasukan orang-orang beriman dan senantiasa menjaga diri dari kebodohan ide-ide kufur..jadikan aku termasuk kelompok orang-orang yang menjaga hatinya agar tetap suci…yang menjaga pikirannya agar tetap bersih…jadikan aku termasuk golongan orang-orang yang merindu nyawanya hilang dalam keadaan syahid di jalanMu…
Oh..Allah..aku yakin seyakin-yakinnya Engkau dengar segala curhatku ini..wahai Rabb penggenggam segalanya..ku mohon Rabb..jangan biarkan aku larut dalam segala kesedihan yang melenakan…aku pun berlindung kepadaMu dari segala bahagia yang melalaikan…sungguh Rabb..hanya padaMu aku bersandar..hanya kepadaMu aku meminta segala kemudahan dari apa yang menghadang jalanku menuju pertemuan indah bersamaMu..
Wahai Allah Engkau yang Maha Tahu segala apa yang aku lakukan selama ini..tentu saja tak luput dari segala dosa dan kemunafikan..oh Allah..aku mohon ampuni aku…aku mohon berikan ampunan itu…berikan cahaya hidayah untukku slalu.. agar aku bisa tersenyum kelak ketika berjumpa denganMu di akhir jaman…
Ohh kasihanilah diriku Rabb..agar aku terbebas dari deraan dan siksa kubur..juga siksa nerakaMu..sungguh..mana mungkin aku sangggup berada dalam nerakaMu Rabb..panasnya matahari dunia pun tak sanggup aku menanggungnya jika tidak berlindung di bawah atap rumah..kemanalah lagi akan aku cari ampunan jika bukan kepadaMu..
Tuhan yang maha menerangi jalan lurus para pengemban dakwah..ku ingin kasihMu membelai ku dikala aku lemah..dikala aku lelah..dikala aku hilang keseimbangan dalam memperjuangkan kebenaran..ku mohon selimutilah aku dengan kekuasaanMu..agar aku mampu menghancurkan segala bentuk penodaan terhadap keimanan terhadapMu..perjuangan ini tentu membutuhkan pengorbanan dan izinkan agar aku mampu mengorbankan diriku sepenuhnya di jalan dakwah untuk menyeru manusia dari penghambaan kepada hamba dan thagut..menjadi hanya penghambaan kepada TUHAN SERU SEKALIAN ALAM..
Oh Allah ku mohon ampunanMu..ku mohon ampunanMu Rabb..sungguh dosaku membentang seperti gunung..tapi aku yakin ampunanMu melebihi itu…maka dengan harap dan cemas aku bersimpuh mengharap ampunan dariMu..
Bersihkan hatiku Rabb dari segala kesombongan yang membakar segala amalan dan dari apapun yang memusnahkan amalan shalih hamba…karena hamba yakin hanya RahmatMu yang mampu menyelamatkan diri ini dari kobaran api neraka ..karena betapa dahsyatnya ampun serta rahmatMu yang mampu menyelamatkan diriku dari keburukan tempat di neraka..

Malam yang Indah di Kamar..
Hawra Al’ aen # 31 MEI 2011 # 22:00

Hidup...


Begitu lah hidup selalu memberi arti dalam setiap langkah.. kadang kala suka tak lepas dari duka.. selalu ada yang menggembirakan kadang pula mengharu-biru-kan… itulah hakikat hidup tak selamanya ada dalam masa yang sama.. selalu ada pergantian suasana..
Kepedihan jadikanlah bumbu yang menemani kehidupan dalam mengarungi bahagia… sadarilah setiap langkah ini akan selalu dihampiri oleh hal yang tidak kita duga sebelumnya.. akan ada tapak tilas langkah kesungguhan kita pada setiap masa yang telah kita lalui.. jangan selalu mengeluhkan apa yang Tuhan beri.. syukurilah setiap hembusan nafas yang masih Tuhan kasih untuk kita.. karna tentu dengan begitu kita dapat merasakan kebahagiaan yang tiada terkira..
Setiap apapun keadaan yang kita alami dan rasakan, janganlah di sesali.. berterima lah akan diri yang telah di beri segala nya.. tentu sebagai manusia kita harus menyadari betul akan hal itu.. bahwa kita makhlukNya yang tiada daya selain pertolongannya.. apapun yang kita rasa, apapun yang kita derita akan bermakna pada akhirnya… yakinlah Allah pemilik cahaya langit dan bumi akan selalu memberikan yang terbaik kepada setiap hambanya dari tumpukan kisah yang kita jalani..

Hawra al’aen
11:28@kamar.220611*

dimana? dimana? dimana? si ide berada dimana? #gaya ayu ting-ting


Hampir sejam didepan c ijo tapi ide ga juga mau menampakan dirinya..ntah harus dipancing dengan apa? Hm..keripik pisang yg disediain mama juga hampir habis setengah toples..mesti pake apa yaa ngundang makhluk bernama ide? Hm..bingung..baik lah kalo begitu aku akan mengambil buku-buku dan akan aku simpan di sebelah kanan dan kiriku..agar si “ide” buat nulis hadir walau dengan cara yang cukup aneh menghadirkannya..haha..baiklah tunggu sebentar aku akan mengambil buku-buku di rak buku sebelah kiriku..

Sekitar sepuluh buku sudah ada di samping kiri dan kananku..sesekali melirik dengan nakal kearah buku-buku itu..sembari berharap semoga ada sumbangan ide dari mereka..hihi..

Lamaaaa menatap buku-buku yang berserakan itu dan tangan ku belum juga dapet transferan ide nih jadi ngetem di key boardnya tanpa gerakan(ehh ari iyeu pan keur ngetik ihhiiii)…keripik hampir habis..ide tak jua muncul..wahahahahahah…mama udah bolak-balik ke kamar berapa kali ngasih makanan, udah kue lapis, keripik pisang, segelas air mineral pun habis ehh mama datang lagi ngasihin air teh hangat…woooow  I LOVE U MOM…pengertian banget sih punya mama..

Dari pada keterusan bengong liat kamar berantakan. Aku raih satu buku diantara tumpukan buku lainnya. Aku buka secara paksa dan acak..hihi..daaan aku temukan satu BAB berjudul “penentu kemenangan” hm…coba tebak judul ini ada dalam buku apa hayooo? 1…2…3…4…5…6…7…8…9…10…detik…ahh lama deh! Aku kasih tau ajjah. Penasaran? Jreng..jreng…dia ada di buku berjudul pesan-pesan menggugah untuk pengemban dakwah karya DR. NAJIH IBRAHIM..hm…buku ini memang buku dapet minjem dari istrinya ustad afan tap-pi hm…buku ini serasa milik sendiri abis nya dulu waktu sampulnya belum merah masih jadul dan kecil aku sempet kasih pinjem ke temen tapi kini buku itu kehilangan arah pulang sepertinya, jadi sampe saat ini buku itu masih berada d teman ku..hikss ku mohon kembalilah kepangkuanku wahai buku..hehe…

Ahh kenapa jd ngomongin buku yg hilang?? Aneh! Hm..ada apa dengan judul “penentu kemenangan?” sedikit aku kutip:
“pertolongan Allah SWT itu mahal dan tidak diberikan kepada sembarang orang muslim. Ia hanya diberikan kepada sekelompok orang tertentu yang memiliki sifat-sifat khusus. Kelompok ini langsung disiapkan, dibentuk, dan dibina oleh Allah sendiri agar layak berkuasa di bumi dan berhak mengemban amanah penegakan agama di seluruh dunia. Itulah ath-tha’ifah al-manshurah (kelompok pemenang).”

Satu teguk the sudah mengalir ditubuhku..tapi ini tulisan mau dibawa kemana dong bararingung nyak!
Strees! Stress deh! Arrggggggghhhhhh!! Hm…