Kesal tak jarang selalu bergelora
didadaku kala aku menghadapi makhluk-makhluk kecil itu. Tarikan nafasku
benar-benar tak terhitung. Teriakan hatiku pun seolah ingin terus mengalir.
Taukah manakala aku berhadapan
dengan mereka? Menangis dalam hati. Berteriak kecil pun dalam hati. Berlari
ditempat dalam hati. Berputar ditempat dalam hati. Berulang-ulang kali ingin
menarik nafas. Beristigfar lagi. Lagi dan lagi. Terus seperti itu saat
berhadapan dengan mereka.
Tapi, diberapa detik kemudian terkadang
aku merasa penuh syukur telah dihadirkan mereka dalam kehidupanku. Tak jarang
aku tersenyum dalam canda tawa dan tingkah aneh mereka. Begitu dalam aku
merasakan keindahan dalam mendekap mereka. Dalamnya aku rasakan sayang yang
tulus untuk mereka. Terkadang aku tak malu untuk mengatakan aku sayang mereka.
Sungguh mereka makhluk-makhluk
kecil yang tak pantas mendapat perlakuan kasar. Sekali pun mereka teramat
sangat kasar. Mungkin karena meniru tingkah orang dewasa yang tidak mereka
sadari betul bahwa itu tingkah yang tidak pantas mereka lakukan.
Sungguh mereka makhluk kecil yang
teramat membutuhkan bantuan kita. Uluran tangan lembut kita, sangat mereka
butuhkan. Kasih sayang kita teramat mereka butuhkan.
Aku sangat merasakan betapa
berharganya mereka. Sekalipun begini dan sekalipun begitu. pada dasarnya mereka
begitu berarti dalam hidup kita.
Itulah mereka anak-anak kecil imut
dan lucu yang dihadirkan Tuhan untukku. Untuk menghias hari-hariku. Untuk
mewarnai jiwaku. Untuk memberi makna keceriaan dalam hidupku. Untuk memberikan
pelajaran berharga bahwa mereka begitu berharganya dengan segala
keterbatasannya.
Wajar saja jika terkadang aku
merasa begitu jengkel. Mumet dalam menghadapi mereka. Suwer deh kesel derajat
tingkat tinggi kalau sudah menghadapi mereka. Tapi walau begitu berjuta kali
rasanya aku harus mengatakan terimakasih untuk membayar seluruh kebahagiaan
yang tak aku temui ditempat lain selain saat-saat kebersamaan bersama mereka,
makhluk-makhluk kecil itu. Hoho..
Kini lihatlah bagaimana aksi mereka
didalam kelas. Penuh dengan keceriaan. Penuh dengan intrik yang memikat dan
memukau. Penuh dengan warna-warni keanehan khas anak-anak. Penuh dengan segala
hal yang menarik untuk diperhatikan.
Azwa. Nama lengkapnya Az- Zahruf
Izazuda Azwa, ntahlah apa artinya. Apa pula pengaruh sebuah nama pada
tingkahnya itu. Kurasa perlu aku tanyakan juga nanti pada kedua orang tuanya. Hee..
^_^ usianya masih empat tahun. Jumpa pertamaku dengannya. Tak banyak yang aku
komentari selain badannya yang agak sedikit subur atau lebih tepatnya lagi
buntet. Hehe.. ketika hendak menyapanya. Tidak kutemukan wajah malu untuk
berinteraksi dengan lawan bicaranya. Bahkan lebih agresif. Sejurus pertanyaan
aku lontarkan padanya, tak ragu diapun menjawab pertanyaan dengan gaya khasnya
bercerita, walau diselingi dengan patah-patah kalimat emmm.. “nama aku emmm...
azwa. Az-zahruf Izazuda Azwa, emm.. citacita aku menjadi seorang kapiten emm..
yang mempunyai pedang panjang. Emm.. Aku punya bunda dan ayah”. Haha.. lucu
sekali dia ituuuu... Itu kan potongan sebuah lagu. Hihi.. begitulah cara azwa
berkenalan dengan ku juga dengan kawan-kawannya disini.
(to be continue)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar