31.1.12

PERTOLONGAN Allah itu amat DEKAT!!


.....
Ada yang berteriak namun tak terdengar. Ada yang menjerit pun, tak terdengar. Ada yang tergolek lemah namun tak ditoleh. Ada yang menangis namun tak berair mata. Ada yang terisak namun sama tak terdengar. Adalagi yang meraung kesakitan namun tak terasa. Ada yang sedih tapi tidak menangis. Ada yang menangis tapi tak sedih. Ada yang tersenyum padahal membatin. Ada yang terluka namun tersenyum. Ada yang tersenyum bersama luka dan diiringi pula kepedihan. Sulit kah dipahami???

Begitu beragam hingga tak terlihat karena terbungkus. Ada sekat atau ntahlah bagaimana. Terheran...

Menitih perjalanan panjang. Banyak cerita seru. Kisah menakjubkan. Jalanan terjal. Kehidupan yang kita arungi bersama. Ku kira selamanya akan dapat saling berpegangan. Salah ternyata perkiraan itu. Kita berjalan dalam ruang tersendiri. Tidak selamanya akan bersama. Ada waktu kita sendiri. Ada masa kita belajar mandiri. Ada saat kita menyendiri dalam renungan panjang dalam hidup. Denting perjuangan. Lagu kehidupan, dengan irama tersendiri.

Senja menyapa, gelap kan datang. Berbalut kesunyian. Disaat itulah aku mulai merasa sendiri. Jauh dari mereka. Satu persatu menyapaku dalam kepala. seperti slide yang di tayangkan. Ada sesak yang menilisik. Rindu pun tak ketinggalan mennyelimutiku erat. Tangisan hebat meluncur. Tamparan rindu yang semakin merindu.

Rumah Rabi'ah Al'adawiyah
Sahabat...

Kau teman sejati...

Tuhan telah satukan kita dalam langkah suci. Janji kita penuh cinta pada sang Rabbi untuk setia di jalanNya. Menitih satu jalan cinta bersama dalam lindungan cintaNya. Sahabat.. masih ingatkah engkau ketika tangis kita membuncah disaat-saat perjuangan itu bergolak. Ingat jugakah, ketika hantaman fitnah kita pikul dengan riang gembira. Bukan karena kita pasrah menyerah dengan fitnah hina itu. Lebih hebat lagi karena kita tetap tegakan keyakinan kita pada Tuhan sang pemilik kebenaran hakiki. Bahwa, kita ini hanya makhlukNya yang sedang berjuang diatas kebenaran. Kita tak dibuat ragu padaNya dengan fitnah itu. Bahkan deraian air mata itu bukti kekuatan kita. Butiran air yang jatuh dipipi-pipi kita adalah semangat yang kita siapkan untuk menata langkah suci itu. menatap tajam kedepan. Bukan. itu Bukan, bentuk kelemahan.

Langkah kita semakin dekat. Dekat. Semakin, semakin dekat. Tak layak kita mundur, kan? Tak layak kita goyah. Tak layak kita balik kebelakang. Tak layak. Dan tak layak kita santai sebelum berlari kencang kearah kemenangan.

Sekejappun takkan kita lakukan hal memalukan itu bukan???

Namun sahabat..

Janji suci kita tentu saja perlu diuji. Bukankan Allah berkata dalam firmannya.

“apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “bilakah datangnya petolongan Allah?” ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (TQS. Al-Baqarah:214)

Begitulah janji Tuhan. Dan hari ini. Kita tau itu. Nyata. Terlihat. Alami dan teralami. Kita rasakan.
Seperti itulah sahabatku sayang..

Sungguh, Aku sangat mencintaimu karena Allah sahabatku..

Semoga langkah kita tetap tegak diatas kebenaranNya. Semoga langkah kita dalam bimbinganNya. Semoga kekuatan tetap tercurah dariNya. Tetap dalam genggaman cinta hakikiNya.

Tak banyak yang mampu lama bertahan dalam perjuangan indah ini. Mereka jumlahnya sedikit. Dulu kita sering gentar hanya jumlah kita sedikit. Tapi keyakinan semakin kuat karena ternyata mereka yang sedikitlah yang hebat. Karena mau bertahan dalam kebenaran.

Sahabatku sayang.. aku tak selamanya mampu tegar dan kuat seperti kalian. Aku tak selamanya lurus. Terkadang terseok-seok arus. Aku tak selamanya mampu bertahan. Terkadang lemah menghampiri. Aku tak selamanya mampu tegak setegak tiang bendera. Aku terkadang tumbang. Aku tak selamanya mampu berkibar layaknya bendera Rasulullah yang kita kibarkan. Terkadang kelelahan. Itulah aku sahabatku..

Sahabatku sayang.. kalianlah orang-orang yang sangatku sayang. Aku mohon lecutlah kekuatanku kala aku lemah bergerak. Lelah berjuang. Enggan terpanaskan. Begitu bebal mengerti kebenaran.. lecutlah. Lecutlah. Lecutlah aku sahabat.. karena aku pun ingin seperti kalian ada selalu dalam naungan cinta Tuhan.

Kemenangan semakin dekat. Benar-benar dekat sahabat. Tangis bahagia akan segera kita dapat. Dan kita akan saling berpelukan bersama cintaNya. Cinta hakiki yang terlukis dalam kesucian janjiNya.

Bergerak dan maju.

Berjanjilah, untuk ingatkan aku akan sebuah kebenaran... JANGAN RAGU!

“Katakan Yang Haq Walau Teramat Pahit!” aku mohon. Sangat memohon. Ingatkan aku. Ingatkan aku. Ingatkan aku.

#hawra al’aen# 310112+ 20.05
-planet hijau-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar